Manchester City Menuju Laga ke-150 di Liga Champions: Tonggak Sejarah di Etihad
Manchester City Menuju Laga ke-150 di Liga Champions: Tonggak Sejarah di Etihad
Manchester City akan memainkan pertandingan ke-150 di Liga Champions/European Cup saat menjamu AEK Athena di Etihad Stadium pada 20 Oktober 2026. Dari 149 laga sebelumnya, City telah meraih 83 kemenangan, mencetak 313 gol, dan mengoleksi satu trofi si Kuping Besar pada 2023.
Mengapa Laga Melawan AEK Athena Istimewa?
Pertemuan dengan AEK Athena bukan sekadar pertandingan fase liga biasa. Ini adalah momen bersejarah bagi sepakbola Manchester City karena menandai laga kompetitif ke-150 mereka di pentas tertinggi Eropa.
Tonggak ini datang di musim ke-15 berturut-turut City tampil di liga champions, menjadikannya sebagai tim Inggris dengan rentetan penampilan terpanjang yang masih aktif saat ini.
Menariknya, angka 150 ini tidak menghitung dua laga kualifikasi melawan Steaua Bucharest pada 2016/17. Jadi, laga melawan AEK benar-benar murni menghitung pertandingan di fase utama European Cup/Liga Champions.
Rekam Jejak Manchester City dalam 149 Laga Liga Champions
Selama 149 pertandingan pertama, Manchester City telah menorehkan statistik yang mencerminkan konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan utama Eropa.
Statistik Kunci Sebelum Laga ke-150
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Pertandingan dimainkan | 149 |
| Kemenangan | 83 |
| Gol dicetak | 313 |
| Gol kebobolan | 180 |
| Trofi Liga Champions | 1 (2023) |
| Runner-up | 1 (2021) |
Pencapaian dan Momen Penting
-
Juara 2023: City mengalahkan Inter Milan 1-0 di Istanbul setelah menyingkirkan Bayern Munich dan Real Madrid.
-
Runner-up 2021: Kalah 0-1 dari Chelsea di final Porto.
-
Konsistensi domestik: Sejak musim 2011/12, City telah memenangkan lebih banyak gelar Premier League daripada gabungan klub-klub lain.
Siapa Saja yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Liga Champions City?
Beberapa nama telah menjadi tulang punggung perjalanan City di liga champions selama lebih dari satu dekade.
Pemain dengan Penampilan Terbanyak
-
Bernardo Silva: 86 laga
-
Ilkay Gundogan: 77 laga
-
Ederson: 76 laga
-
Fernandinho: 74 laga
-
Kevin De Bruyne: 73 laga
Sumber: UEFA
Pencetak Gol Terbanyak
-
Erling Haaland: 38 gol dalam 41 laga (rasio luar biasa di atas 1 gol per pertandingan)
-
Sergio Aguero: 36 gol dalam 64 laga
-
Raheem Sterling: 24 gol dalam 67 laga
-
Gabriel Jesus: 20 gol dalam 39 laga
-
Phil Foden: 20 gol dalam 69 laga
Haaland melampaui rekor Aguero pada laga melawan Paris Saint-Germain, Oktober 2026.
Peran Manajer dalam 150 Laga Ini
Perjalanan 150 laga City di Eropa tidak lepas dari tangan dingin para manajer yang telah bergantian memimpin.
-
Pep Guardiola: 105 laga, 64 kemenangan, selisih gol +124.
-
Manuel Pellegrini: 28 laga, 13 kemenangan.
-
Roberto Mancini: 12 laga, 3 kemenangan.
-
Joe Mercer: 2 laga (1968).
-
Enzo Maresca: Laga melawan AEK adalah pertandingan Liga Champions ketiganya, setelah membawa City menang atas Porto dan PSG di awal musim 2026/27.
Siapa Lawan Terbanyak Manchester City di Liga Champions?
Data menunjukkan bahwa Real Madrid adalah lawan yang paling sering dihadapi City di kompetisi ini.
Lawan Paling Sering Dihadapi
-
Real Madrid: 17 pertemuan
-
Bayern Munich: 8 pertemuan
-
Paris Saint-Germain: 8 pertemuan
-
Borussia Dortmund: 7 pertemuan
Sumber: skorbola365
FAQ: Pertanyaan Populer Seputar Laga ke-150 City
1. Kapan dan melawan siapa Manchester City memainkan laga ke-150 di Liga Champions?
Manchester City memainkan laga ke-150 saat menjamu AEK Athena di Etihad Stadium pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 20:00 waktu setempat.
2. Berapa rekor kemenangan City dalam 149 laga pertama?
Dari 149 pertandingan, City mencatat 83 kemenangan, 313 gol, dan 180 kebobolan, dengan satu gelar juara pada 2023.
3. Siapa pencetak gol terbanyak City di Liga Champions saat ini?
Erling Haaland memimpin dengan 38 gol dalam 41 penampilan, melampaui Sergio Aguero (36 gol).
Kesimpulan: 150 Laga, Satu Identitas Eropa
Laga ke-150 Manchester City di liga champions bukan hanya soal angka. Ini adalah cerminan perjalanan panjang dari tim yang sempat absen 43 tahun dari kompetisi elite Eropa menjadi juara dan penantang tetap.
Dengan sepakbola yang terus berkembang di bawah kendali Enzo Maresca, tonggak ini menjadi pijakan untuk babak baru. Akankah laga ke-150 menjadi awal dari gelar kedua?
